Ke Abdya, Kunjungi Objek Wisata Ini

Rawohnanggroe | Aceh Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Pesisir Barat-Selatan Aceh. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan berlatar hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Resmi berdiri pada tahun 2002 silam yang merupakan hasil pemekaran dari Aceh Selatan. Dari posisinya yang strategis, kabupaten ini menyimpan banyak potensi, pariwisata salah satunya.
Tugu Ceurana di Kota Blangpidie | Foto: Khairil

Bicara tempat menarik, ada banyak objek wisata yang dimiliki Abdya, hanya saja masih kurang terpublis ke dunia luar. Meski demikian, saat ini ada beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi jika berkunjung ke kabupaten berjuluk Bumo Breuh Sigupai ini. Berikut telah dihimpun, tujuh objek wisata yang wajib dikunjungi di Aceh Barat Daya:

Krueng Babahrot

Posisinya tepat berada di pinggir jalan Nasional  lintas Suka Makmue-Blangpidie. Sungai ini berada di kecamatan dengan nama yang sama. Berjarak tak sampai satu kilometer dari Keudee Babahrot. Aliran sungai yang bersumber dari hutan di pedalaman Gayo Lues ini menawarkan pemandangan hijaunya hutan dan segarnya air. Bila banyak waktu, cobalah singgah di pondok-pondok yang berdiri di pinggiran sungai. Jika tidak, anda bisa sekedar menikamti pemandangan di sekitar dari atas jembatan dengan ketinggian belasan meter.

Air Terjun Ceuraceu

Air terjun ini berada di pedalaman Kecamatan Kuala Batee, tepatnya Gampong Krueng Batee. Keberadaan memang sedikit jauh dari pemukiman. Untuk sampai ke sana pengunjung perlu mengajak warga gampong sebagai penunjuk jalan. Ceuraceu masih jarang dikunjungi, tentu hal seperti ini bisa membuat kesan tersendiri bagi Anda.  Ceuraceu menawarkan rangkaian air terjun bertingakat-tingkat yang berada di tengah rimbunnya hutan hujan tropis Aceh. Jumlah tingkatan banyak sekali. Ceuraceu juga sering disebut air terjun tingkat tujuh, karena memang ada tujuh tingkat air terjun yang sambung-menyambung di sana atau mungkin bisa lebih. Menemukannya, pengunjung harus terus mengikuti aliran sungai hingga jauh ke pedalaman.

Pemandian Putro Aloeh

Pemandian ini berada di Kecamatan Jeumpa tepatnya di Gampong Alue Seulaseh. Jaraknya tidak sampai satu kilometer dari Jalan Nasional. Pemandian Putro Aloeh sarat dengan legenda masyarakat setempat dan menawarkan aliran sungai berair bening diantara bebatuan. Berendam merupakan hal yang disarankan jika ke tempat ini. Pemandian Putro Aloeh sangat populer dikalangan masyarakat Abdya. Hampir saban hari tempat ini selalu dikunjungi pengunjung, apalagi saat hari-hari besar Islam. Pucok Krueng adalah nama lain yang dikenal penduduk sekitar.

Pantai Bali dan Jilbab


Bagi warga Abdya dua lokasi ini sudah teramat populer, mungkin karena posisinya yang berada tak jauh dari Blangpidie pusat Kabupaten Abdya. Pantai Bali dan Jilbab menawarkan pantai pasir putih kekuningan. Dinamakan pantai Bali karena keindahan pantai ini tak kalah menawannya dengan pantai-pantai yang ada di Pualu Dewata. Sedangkan pantai Jilbab dinamakan demikian karena kaitannya dengan Syariat Islam yang mengharuskan setiap muslimah untuk memakai jilbab bila ke sana. Dua pantai ini berada di Teluk Susoh, tidak jauh dari Pelabuhan Ujong Seurangga. Dikedua pantai ini sudah banyak berdiri warung-warung yang siap melayani Anda. Datanglah pagi untuk ngopi atau saat sore untuk menikmati sunset.

Pulau Gosong

Pulau kecil serukuran lapangan sepakbola ini berada di lapas pantai di Samudera Hindia. Penampakan pulau Gosong bisa dilihat dari Pantai Bali atau Jilbab di daratan Susoh, hanya butuh 20 menit penyeberangan dengan menggunakan boat warga. Untuk menyewa perahu nelayan, pengunujung cukup merogoh kocek sekitar Rp. 300.000 pulang-pergi. Pulau ini didominasi pohon cemara. Gosong terbentuk dari gundukan pasir putih dengan dihiasi terumbu karang disekitarnya, ini merupakan satu-satunya spot menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut di Abdya. Sebuah bangunan pun sudah dibangun untuk pengunjung yang ingin berlama-lama.

Ujong Manggeng

Ujong Manggeng terletak di Gampong Sejahtera, sekitar empat kilometer dari Kedai Manggeng ke arah Barat. Pantai landai ini memiliki pasir hitam keabu-abuan yang halus. Panjang Ujong Manggeng sekitar dua kilometer dan ditumbuhi pepohonan cemara yang rimbun. Tepat di ujung utara sebuah makam dan bangunan replika tapak raksasa dari legenda Tapaktuan terdapat di sini. Meski sangat luas, namun ada hari-hari tertentu pantai ini akan terasa sempit karena dipadati pengunjung, seperti saat libur hari raya, megang dan tulak bala. Ada beberapa warung yang berdiri, cobalah pesan kelapa muda atau kopi dan nikmatilah dengan santai suguhan geulumbang tujoh (gelombang tujuh lapis) yang terkenal di Ujong Manggeng.

Panorama Krueng Baru

Panorama Krueng Baru merupakan perpaduan lengkap dari lembah, pegunungan dan sungai berair deras. Lanskap kontas dengan kehijauan membentang menjadi destinasi terakhir yang wajib dikunjungi. Berada di Kecamatan Lembah Sabil, sungai ini menjadi pemisah alami antara Abdya dengan Aceh Selatan. Dari atas jembatan dengan ketinggian hampir 20 meter pengujung dapat melihat julang-julang Pegunungan Bukit Barisan, yang paling megah adalah Puncak Leuser yang merupakan puncak tertinggi di Aceh. Jika ingin berlama-lama, cobalah singgah di warung yang berada di bawah jembatan. Dijamin perjalanan wisata Anda saat berkunjung ke Abdya akan semakin lengkap.[]

Rawoh lain: Gua Batee Meucanang

Popular posts from this blog

Ziarah Pusara Ulama Kharismatik Abuya Muda Waly

Sejarah Ringkas Kenegerian Manggeng

Di Aceh, Menikah dan Khitanan "Harus" Berinai

Suguhan Indah Sawang Biduk Buruak Aceh Selatan