Posts

Batee Meuculek, Nisan Masa Kesultanan Aceh di Abdya

Image
Rawohnanggroe | Sore itu, gemuruh gelombang Samudera Hindia menemani ziarah kami ke sebuah situs nan bersejarah. Telah lama terdiam di bawah pohon besar, yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lautan biru. Nisan khas Aceh [Ilustrasi] | Foto: TimRN Inilah makam seseorang yang hidup dari abad-abad terdahulu. Ia dipercaya warga setempat sebagai seorang ulama penyebar Islam di Aceh Barat Daya, khususnya di Kecamatan Tangan-tangan . Orang-orang sering menyebutnya  Situs Batee Meuculek . Kini makamnya dikeramatkan oleh sebagian masyarakat. Nisan pada makam ini tak familiar di Abdya, sebab bentuknya memiliki ukiran-ukiran khas floris dan sejenisnya. Tingginya lebih kurang satu meter. Bentuk nisan seperti ini sudah dipastikan pernah jaya dan berkembang di Aceh pada saat lampau. Batee Meuculek pun dipercaya ada kaitan dengan masa Kesultanan Aceh saat masih eksis. Bentuk nisan ini memiliki nilai estetik, membuktikan bahwa seniman/pemahat Aceh dulu kala sudah punya citarasa se...

Pedalaman Manggeng, Area Lintas Alam Tersembunyi Abdya

Image
Rawohnanggroe | Langit biru sempurna. Deru angin nan lirih turun dari pegunungan menuju lembah sempit di pedalaman itu. Minggu, 30 Juni 2019, tim akhirnya menyempatkan berjelajah ke Pedalaman Manggeng.  Salah satu jeram di Pucok Manggeng | Foto: TimRN Menuju ke sana, kami harus berkendara dua kilometer dari Jalan Nasional, terus menyusuri Jalan T.R. Iskandar hingga ke ujung jalan beraspal habis. Selanjutnya, tim harus berjalan kaki beberapa kilometer lagi. Petualangan kami sebenarnya sudah telat, tapi daripada kecewa dan karena sudah sepakat, perjalanan ini tetap berlanjut. Pucok Manggeng adalah satu kawasan di pinggiran Taman Nasional Gunung Leuser yang masuk dalam area Pegunungan Bukit Barisan. Hampir tak ada publikasi/literasi yang mengulas mengenai daerah ini. Kurangnya dokumentasi dan tak dijelajahi oleh para netizen maupun penggiat wisata merupakan penyebabnya. Menjelajah ke sana, kita bisa menyusuri alur Krueng (Sungai) Manggeng yang arusnya tak begitu besar. Sam...

Keunikan Manggeng, dari Peunayong Sampai Monas (I)

Image
Rawohnanggroe | Manggeng , sebuah kota kecil yang strategis di Lintas Blangpidie-Tapaktuan. Dikalangan penduduk sekitar kota ini sering disebut kota dagang mini, karena memang aktifitas utama adalah perdagangan, khususnya tekstil (fesyen) dan pertanian. Gang Bombay, Pasar Lama | Foto: TimRN Orang-orang Manggeng pun dikenal sebagai masyarakat yang suka merantau dan berdagang. Jika Indonesia punya orang Padang yang suka merantau dan Aceh punya orang Pidie yang suka merantau, maka Abdya punya orang Manggeng. Ini terbukti dari banyaknya orang Manggeng yang memilih mengadu nasib dan berdagang ke daerah lain, seperti di Blangpidie, Lama Inong, Babahrot bahkan sampai Meulaboh dan Sinabang. Dalam segi pembangunan Manggeng memang kurang pesat. Wajar saja, karena kota kecil ini hanya ibukota kecamatan yang perkembangannya tentu kurang gemerlap jika dibandingakan dengan ibukota kabupaten, seperti Blangpidie, Tapaktuan dan Subulussalam.  Padahal bila ditarik kebelakang, Manggeng...

Keunikan Manggeng, dari Peunayong Sampai Monas (II)

Image
Rawohnanggroe | Di sekitaran Manggeng Raya (gabungan Manggeng dan Lembah Sabil ) ada banyak tujuan wisata asik yang bisa dikunjungi, seperti Pantai Ujong Manggeng, Pantai Kerikil Suak Beurumbang , Panorama Batee Lhee, Kawasan Rekreasi Krueng Baru dan masih banyak lagi. Pedagang Batee Puteh di Kr. Baru | Foto: Acehkita Selain yang sudah disebutkan di atas, Manggeng masih memiliki hal-hal unik yang mungkin tidak dimiliki daerah lain. Berikut ulasannya: Bagian I, klik disini ! Batu Putih Sebagai Oleh-oleh Khas Mungkin ini yang paling nyeleneh. Kenapa? karena biasanya oleh-oleh itu dalam bentuk makanan atau pernak-pernik. Tapi di Manggeng buah tangan yang paling khas adalah Batu Putih. Para penjual bisa dengan mudah dijumpai di Kawasan Krueng Baru , di sepanjang Jalan Nasional atau persisnya di dekat jembatan. Batu-batu ini diambil langsung dari Krueng Baru. Batu berwarna putih bersih ini biasanya dijual dalam satuan karung atau plastik, ukurannya pun beragam. Batu-batu ...

Ziarah Pusara Ulama Kharismatik Abuya Muda Waly

Image
Rawohnanggroe | Angin berhebus syahdu dari arah selatan menuntun kami hingga sampai ke Blangkeujeren , pusat Kecamatan Labuhan Haji Barat . Inilah tanah dimana syiar Islam tidak pernah sepi. Tanah yang mana masyarakatnya sangat berbangga karena seorang ulama besar pernah menghabiskan hidup di sini, mengabdi untuk mengajarkan agama Allah. Peziarah Makam Abuya Muda Waly | Sumber: Google Selain dikenal sebagai pusat pengembangan Islam di Aceh, Labuhan Haji punya keistimewaan tersendiri. Jika Anda sedang di sana tentu belum lengkap jika tidak mendatangi Darussalam. Di sinilah tiap saat pengkajian ilmu agama digemakan, terutama ilmu tasawuf. Daerah ini pun kini dijuluki dengan " Kota Pengkajian Tauhid Tasawuf ". Dayah Darussalah adalah salah satu pesanten yang sudah sejak lama melakukan pengkajian, pendidikan dan penerapan ilmu tasawuf. Darussalam berperan penting dalam mencetak generasi islam dan telah banyak melahirkan ulama-ulama besar Aceh dari dulu hingga sekarang. ...

Pesona Keumumu Hilir yang Jarang Dikunjungi

Image
Rawohnaggroe | Kami masih berada di Aceh Selatan , tanah yang penuh dengan legenda. Bukan hanya terkenal karena keramahan dan keragaman masyarakatnya, daerah ini juga memiliki banyak keindahan alam yang mampu mebius siapa saja yang ke sana. Cadas dekat Pantai Keumumu Hilir | Foto: TimRN Alam membentang dari Krueng Baru sampai Kapai Seusak dekat Kota Subulussalam masih menyimpan banyak keindahan dan hal menarik yang belum tersentuh dan diekspos media.  Sebagai kabupaten yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, Aceh Selatan juga memilki banyak pantai yang indah. Salah satunya adalah Pantai Keumumu Hilir di Labuhan Haji Timur.  Letaknya tak begitu jauh dari Jalan Nasional, hanya sekitar 100 meter Lintas Blangpidie-Tapaktuan. Di sana ada sebuah pesantren yang dengan mudah terlihat dari jalan raya. Tempat ini menawarkan daya tarik berupa bebatuan cadas yang tegak berdiri di dekat pantai, perairan tenang dan jejeran nyiur. Di sini gelombang kadang-kadan...

Masjid Jamik Manggeng dan Tanah Perjuangan Tgk. Peukan

Image
Rawohnanggroe | Cuaca terik saat kami dalam perjalanan pulang dari Labuhan Haji. Karena sudah tiba waktu shalat, kami pun beribadah sambil beristirahat di satu masjid di Manggeng , Aceh Barat Daya . Rumah ibadah ini merupakan salah satu masjid utama di kota kecil Manggeng. Memiliki satu kubah hijau | Foto: TimRN Bangunan masjid itu hampir keseluruhan bercat putih. Letaknya persis di pinggir Sungai Manggeng dan bersebelahan dengan Jalan Nasional. Masjid ini kabarnya sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia. Masuk ke dalam, suasana damai begitu terasa. Dekorasi dan relief bangunan memang tak begitu mewah, namun kami begitu merasakan kekhusyukan saat beribadah di sini. Lokasi masjid berada di Desa Meurandeh , Kecamatan Lembah Sabil  dan sering dikenal dengan nama Masjid Jamik Manggeng . Daerah ini sendiri dikenal sebagai tanah perjuangan seorang pahlawan kemerdekaan, yaitu Tgk. Peukan . Di desa inilah pahlawan itu membangun keluarga kecil, mendidik dan melakukan perlawanan ...

Trumon, Negeri Kaya yang Hilang

Image
Rawohnanggroe | Aceh tanah di ujung Pulau Sumatra yang penuh pesona. Wilayah istimewa ini sudah sejak lama dikenal sampai seantero dunia. Negeri kaya raya, alam dan sejarahnya. Dulu, pada abad ke 16 Aceh adalah satu dari lima peradaban Islam terbesar dunia.  Kemakmuran dicapai lewat perdaganggan internasional. Lada, emas, kemenyan, cengkeh dan pala merupakan komoditas paling berharga pada masa lalu. Tim di Dermaga Trumon | Foto: TimRN Wilayah Kesultanan Aceh Darussalam dulu terdiri atas negeri-negeri, seperti Pedir, Pasai, Daya, Linge dll. Di kawasan Pantai Selatan Aceh juga terdapat sebuah negeri yang pernah jaya pada abad ke 17-19 masehi. Negeri itu bernama Trumon. Trumon dikenal sebagai salah satu bandar penting perdagangan rempah-rempah milik Kesultanan Aceh. Hasil dari bumi Trumon bahkan mencapai Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Kerajaan ini juga pernah mencetak mata uang sendiri. Sayangnya, di pertengahan abad 19 masehi perlahan-lahan negeri Trumon kehil...

Madat Manggeng, Sisa Masa Kesultanan Aceh

Image
Rawohnanggroe | Hembusan angin lautan membelai helai-helai daun. Suasana hening mengisi seluruh tanah yang bersejarah ini. Di antara rawa dan tambak inilah diperkirakan pusat pemerintahan Kenegerian Manggeng yang pertama. Sisa bangunan Madat Manggeng | Foto: TimRN Muhammad Ghauts Saiful 'Alam Syah seorang  kartograf  (pembuat peta) Kesultanan Aceh, menyebut p usat kenegerian itu dengan nama  بندر مانكين (Bandar Mankin/Manggeng). Beliau adalah utusan penting Sri Paduka Sultan Ibrahim Manshur Syah pada abad ke-13 Hijriah/19 Masehi untuk memetakan bandar-bandar (kota-kota pelabuhan) di seluruh Aceh, bahkan Asia Tenggara/ Kepulauan India  ( Jaza'ir Al-Hind ). Perjalanan beliau berhasil dengan dibuatnya sebuah peta yang kemudian dibawa bersamaan dengan surat penegasan hubungan diplomatik antara Aceh Darussalam dan Turki. Surat itu dibawa oleh Sidi Muhammad yang ditujukan langsung kepada Sultan Abdul Majid di Istanbul. Bandar-bandar yang dicantumkan  M...

Cita Rasa "Rukok Pucok" Khas Aceh

Image
Rawohnanggroe | "Rukok Pucok" —bahasa lokal (rokok dari pucuk nipah) merupakan rokok tradisional yang masih bertahan hingga kini di Aceh.   Rokok jenis ini hanya dihisap oleh kalangan tertentu, terutama orang tua di perkampungan. Komposisinya  hanya terdiri dari dua bahan alami, yaitu pucuk daun nipah dan tembakau. Nipah muda dan tembakau | Foto: TimRN Membuatnya cukup mudah, hanya perlu melinting/membalut  tembakau dengan daun nipah muda yang sudah dikeringkan.  Selain lebih murah, p erpaduan dua bahan alami ini akan menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang  berbeda dengan rokok modern zaman sekarang. Kebiasaan merokok menggunakan daun nipah sebenarnya juga ditemukan di  daerah lain di Sumatra. D i Aceh sendiri, rokok  tradisional ini masih bertahan dibeberapa daerah  seperti Abdya, Aceh Selatan, Nagan Raya dll. Saat diadakan hajatan pernikahan misalnya, selain ranup , rukok pucok jadi salah satu hal yang disediakan tuan rumah...

Di Aceh, Menikah dan Khitanan "Harus" Berinai

Image
Rawohnanggroe | Kali ini kami ingin membagikan tulisan tentang satu tradisi unik memakai inai. Di  Tanong Rencong  kegiatan adat ini disebut " boh gaca"  yang dilakukan saat pesta perkawinan dan kadang-kadang khitanan. Tradisi boh gaca masih tetap bertahan hingga kini, baik di kampung dan di kota disebagian wilayah Provinsi Aceh. Seorang dara baro sedang memakai inai | Foto: TimRN Sekilas kegiatan ini mirip dengan budaya memakai inai di India, dan mungkin saja memang ada pengaruh dari sana. Dalam kenyataannya tidak diragukan lagi, budaya India memang sangat dekat bahkan mempengaruhi budaya Aceh dan Indonesia pada umumnya. Kegiatan ini hanya prosesi adat semata. Tak ada yang mewajibkan harus dilakukan. Hanya saja, karena sudah jadi kebiasaan,  jika hal ini ditinggalkan  akan tersasa ada kurang. Salah satu daerah yang masih mempertahankan tradisi ini adalah Aceh Barat Daya . Di kabupaten ini, boh gaca biasanya dilakukan pada malam hari. Tidak tanggun...

Limun, Minuman Legendaris yang Kian Langka

Image
Rawohnanggroe | Kali ini saya ingin sedikit bernostalgia dengan limun. Kalian yang sudah berumur pasti tau dengan minuman legendaris ini. Ya, limun pernah populer sejak lama sampai akhinya perlahan menghilang. Pemuda dengan dua botol limun | Foto: TimRN Minuman bercitarasa unik ini memiliki aroma dan tampilan khas. Limun mulai susah ditemukan sejak era 2000-an, dan kini nyaris hilang di pasaran. Ini dikarenakan banyak munculnya minuman instan lain yang dipromosi dan didistribusikan secara besar-besaran. Limun biasanya diproduksi secara tradisional oleh industri rumahan. Pemasarannya pun tak begitu luas. Mungkin anak-anak zaman sekarang asing dengan nama dan rasanya. Tentu tidak bagi kita, pemuda-pemudi yang saat ini sudah berumur 25 ke atas. Saya yakin, Anda pasti rindu dan punya cerita tersediri tentang ini. Saya ingat dulu, saat hari raya tiba, kami selalu berpesta pora limun. Karena rasa yang berbeda-beda, kadang saya bisa menghabiskan sampai tiga botol. Harganya pun san...

Damai Pagi di Pasar Pagi Manggeng

Image
Rawohnanggroe | Dalam kedamaian subuh hari, saya sempatkan diri menikmati nuansa pagi di Pasar Pagi Manggeng . Hiruk-pikuk kendaraan bermotor belum begitu ramai, hanya ada riuh pedagang dan pembeli di sana. Dalam suasana itu terbesit satu pesan; "S elama terus berusaha, rezeki akan datang kapan saja meski dalam keadaan remang sekali pun ". Aktivitas pasar pagi | Foto: TimRN Tempat ini menjadi pusat kegiatan masyarakat di pinggiran Kabupaten Aceh Barat Daya. Setelah sholat subuh pedagang berkumpul di sana untuk menjajakan dagangannya. Para pedagang memilih tempat ini karena strategis dan pembelinya juga ramai. Pasar ini selalu ada saban harinya, tepat di halaman bangunan tua Sekolah Menengah Pertama ( SMP lama Manggeng ), Kedai Manggeng. Banyak petani dan pedagang berkumpul di sana, datang dari seluruh wilayah, seperti dari Labuhan Haji, Meukek dan Tangan-tangan. Barang yang dijual beragam dan dijamin murah. Ada sayuran, buah-buahan, ikan segar dan ikan asin. Sebag...

Memandang Takengon dari Bur Gayo

Image
Rawohnanggroe | Bepergian ke Aceh jangan lupa untuk sekali menjelajah keindahan Aceh Tengah . Kabupaten yang beribukota di Takengon ini memiliki sejumlah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan ini sendiri sering dijuluki dengan Negeri Antara, Negeri di Atas Awan dan Kota Dingin untuk Takengon. Memandang kota | Foto: TimRN Pemandangan yang paling banyak didapatkan di sana adalah hamparan pegunungan dan perairan laut tawar. Takengon tepat berada disisi barat danau terbesar di Aceh itu. Bagi yang tertarik ke sana, bisa melalui Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, dan jalur darat via Bireuen, Gayo Lues atau via Nagan Raya. Hutan menghijau dan hawa sejuk akan menambah kesan berbeda, apalagi ditemani secangkir kopi di kedai kopi di pusat Kota Takengon. Aceh Tengah memang dikenal sebagai lumbung kopi di Indonesia. Hasil dari tanahnya yang subur telah dikirim ke berbagai belahan dunia. Jika ke sana, sempatkan diri Anda untuk mengunjungi gua-gua yang ada di seki...

Mengintip Tiga Pantai Bakongan Timur

Image
Rawohnanggroe | Kali ini kami akan mengajak Anda ke Aceh Selatan , tepatnya ke Kecamatan Bokongan Timur . Kawasan tersebut masih jarang terekspos, padahal banyak sekali tujuan wisata yang bisa dikunjugi di sana. Sebut saja Pulau Dua yang merupakan lokasi menyelam terbaik di Aceh Selatan. Pohon Abadi, Pasi Seubadeh | Foto: TimRN Tapi kami tidak membahas pulau tersebut, melainkan tentang tiga pantai yang pernah kami datangi beberapa waktu lalu. Pantai yang pertama yaitu Seuleukat , sebuah pantai yang diapit dua perbukitan hijau disekelilingnya. Letaknya berada di Desa Seuleukat, dan  memiliki pasir yang halus keabu-abuan. Muara tenang dan hutan rawa yang asri berada tak jauh dari pantai. Seuleukat juga punya tempat asik buat memancing, namanya "Batee Breet" , lokasi ini selalu ramai saat pagi dan sore hari. Tidak ada jalan aspal untuk akses ke sana. Biasanya, Pantai Seuleukat hanya didatangi oleh masyarakat sekitar pada hari libur saja. Kedua , Pantai Seubadeh , m...